Langsung ke konten
Dongeng Nusantara
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia

Gerakan Nasional Cerita Rakyat Berkarakter Berbudaya

Sebuah gerakan berskala nasional untuk menghidupkan kembali tradisi mendongeng, membangun karakter generasi muda, dan memetakan kekayaan cerita rakyat di seluruh Nusantara.

Latar Belakang

Tantangan yang Kita Hadapi

Saat ini, belum ada data yang memadai tentang intensitas bercerita di masyarakat Indonesia. Tradisi mendongeng yang dulunya menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan keluarga perlahan-lahan tergeser oleh hiburan digital. Gerakan ini hadir untuk mengubah hal tersebut.

Pijakan Ilmiah

Neuroparenting & Cerita Rakyat

Berdasarkan kajian dr. Amir Zuhdi

Cerita Rakyat Menstimulasi 4 Area Otak

Otak Emosi

Cerita rakyat membangkitkan empati, kasih sayang, dan kecerdasan emosional anak melalui tokoh dan konflik yang relatable.

Otak Kognisi

Alur cerita melatih kemampuan berpikir kritis, memahami sebab-akibat, dan mengambil pelajaran hidup.

Otak Visual

Deskripsi dalam dongeng merangsang imajinasi visual, membangun kemampuan anak memvisualisasikan konsep abstrak.

Otak Bahasa

Paparan kosa kata kaya dan struktur kalimat beragam dalam dongeng memperkaya kemampuan berbahasa anak.

Neural Coupling

Riset neurosains menunjukkan fenomena luar biasa yang disebut neural coupling — saat seorang pencerita mendongeng, gelombang otak pendengar mulai menyinkron dengan gelombang otak pencerita.

Artinya, mendongeng bukan sekadar menyampaikan informasi. Ia menciptakan koneksi neurologis nyata antara orang tua dan anak, antara guru dan murid. Ini adalah fondasi ikatan emosional yang kuat.

"Ketika kita mendongeng, otak kita dan otak anak benar-benar terhubung. Inilah mengapa tradisi bercerita begitu penting — ia membangun jembatan neurologis antar generasi."

— dr. Amir Zuhdi, Pakar Neuroparenting

Strategi

Tiga Pilar Utama

Tiga pilar strategis yang menjadi fondasi Gerakan Nasional Cerita Rakyat Berkarakter Berbudaya.

Sosialisasi

Mensosialisasikan kehadiran dan dukungan pemerintah terhadap pelestarian cerita rakyat melalui pendekatan yang menyentuh masyarakat luas.

Lomba

Lomba sebagai penggerak partisipasi masyarakat — menjadikan mendongeng sebagai aktivitas yang menyenangkan dan membanggakan.

Pemetaan

Pemetaan distribusi cerita rakyat di seluruh Indonesia untuk memastikan kearifan lokal setiap daerah terdokumentasi dan terlestarikan.

Visi

Harapan Kami

Untuk Anak-anak

Setiap anak Indonesia memiliki akses terhadap cerita rakyat dari daerahnya dan seluruh Nusantara, menumbuhkan cinta budaya sejak dini.

Untuk Orang Tua

Orang tua memiliki panduan dan sumber daya untuk mendampingi anak-anak mereka melalui tradisi bercerita yang bermakna.

Untuk Guru & Pendidik

Guru memiliki metode kreatif untuk mengintegrasikan cerita rakyat ke dalam pembelajaran, menjadikan kelas lebih hidup dan berkarakter.

Roadmap

Program Lanjutan 2026–2027

1
Mar – Mei 2026

Siklus Lomba Pertama

Sosialisasi, pendaftaran, penjurian, dan awarding lomba cerita rakyat nasional.

2
Jun 2026 – Feb 2027

Distribusi & Sosialisasi

Distribusi konten cerita rakyat ke seluruh Indonesia dan sosialisasi berkelanjutan.

3
Mar 2027

Siklus Lomba Berikutnya

Pelaksanaan siklus lomba tahunan kedua dengan cakupan dan partisipasi lebih luas.

Jadilah Bagian dari Gerakan Ini

Bersama kita hidupkan kembali tradisi mendongeng. Untuk anak-anak kita, untuk budaya kita, untuk Indonesia.